follower

Kamis, 30 Mei 2019

kita shalat kita sehat


      Sebagaimana diketahui bahwa shalat adalah merupakan pokok ajaran agama. Untuk mewajibkan ibadah shalat, Allah SWT langsung memanggil Rosulullah SAW ke langit melalui peristiwa Isra Mi’raj. Shalat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam yang telah memenuhi syarat (mukallaf). Dan shalat juga sebagai garis demarkasi antara muslim dan nonmuslim. Hal ini dapat dilihat dari sabda Nabi saw. yang artinya:” Perbedaan antara orang kafir (nonmuslim) dengan orang Islam adalah shalat”. Adapun makna shalat adalah:” Suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul ihrom (takbir pertama yang mengharamkan hal-hal yang halal sebelum dilakukan takbir) dan diakhiri dengan salam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.

      Ada juga yang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan benar. Apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan secara menyeluruh baik pisik maupun psikis.

Beberapa pembelajaran shalat yang dikaitkan dengan medis, sebagai berikut:

1.       BERDIRI TEGAK
Kondisi berdiri dalam sholat membantu pengaturan proses pernafasan melalui berdiri dengan badan tegak. Adapun saat berdiri dengan mengangkat kedua tangan dapat menguatkan otot-otot tangan, dada, dua pundak, dan menambah fleksibel sendi-sendinya: sendi punggung, sendi siku, dan sendi telapak tangan.[1]

2.       TAKBIRATUL IHRAM
Yaitu gerakan mengangkat kedua tangan dengan membaca takbir.
a.)     Putaran lengan pada bahu, stimulus regangan/tarikan cabang besar saraf di bahu, fungsi optimal.
b.)    Kedua tangan didekapkan di depan perut atau dada bagian bawah dapat menghindarkan dari berbagai gangguan persendian, khususnya tubuh bagian atas.[2]

3.       RUKU’
Yaitu sikap membungkuk dengan kedua tangan ditekankan di lutut. Posisi kepala lurus dengan tulang belakang. Dalam kondisi rukuk dalam sholat, memberi pengaruh dalam menggerakkan proses dalam perut pada alat pencernaan, dan menguatkan otot-otot dinding perut.

Gerakan ruku’ dengan posisi yang benar akan memberikan manfaat antara lain:
1.)    Menjaga melekatnya tulang tungging dengan tulang belakang. Bagi wanita, jika tulang tungging melekat dengan tulang belakang, maka mengakibatkan persendian kaku dan tulang pinggul menyempit sehingga sulit melahirkan.
2.)    Memperbaiki letak bayi yang kurang baik bagi ibu yang sedang hamil.
3.)    Memperlancar sirkulasi darah dari jantung ke seluruh tubuh terutama ke otak/kepala sebagai pusat susunan syaraf.
4.)    Menghindarkan diri dari berbagai penyakit tulang belakang. 
5.)    Menyembuhkan kelainan-kelainan tulang belakang bagi anak-anak akibat posisi duduk yang kurang baik pada saat belajar.[3]


4.       I’TIDAL
Yaitu posisi bangun dari ruku’ seraya mengangkat tangan setinggi telinga. Gerakan I’tidal yang benar akan memberikan manfaat yaitu:
(a.)  Pencernaan menjadi lebih lancar.
(b.)  Memberikan tekanan pada aliran darah untuk bergerak ke atas.
(c.)  Menjaga keseimbangan tubuh dan mencegah pingsan secara tiba-tiba.[4]  

5.      SUJUD

Yaitu posisi menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung kaki, hidung, dan dahi pada lantai. Sujud juga dapat membantu mengeluarkan dahak dan lainnya dari virus berbahaya yang berada pada alat pernafasan.
(1.)  Badan dari belakang rata ke depan, kedua telapak tangan ditempelkan pada lantai, dan kaki ditekuk meluruskan tulang belakang dan meregang otot hingga rongga perut mengecil.
(2.)  Aliran getah bening dari tungkai perut dan dada dipompa ke bagian leher dan ketiak.
(3.)  Peregangan otot leher yang kaku karena stress.
(4.)  Melatih tulang belakang dan otot disekitarnya.
(5.)  Posisi jantung berada di atas otak sehingga darah yang kaya oksigen dapat mengalir maksimal ke otak dan kepala yang dapat mempengaruhi daya piker dan kecerdasan.[5]
Khusus bagi wanita, ruku’ dan sujud bermanfaat untuk kesuburan dan kesehatan organ kewanitaan.

6.       DUDUK
Duduk ada dua macam: duduk iftirosy (tahiyat awal) dan duduk tawarruk (tahiyat akhir), perbedaanya terletak pada posisi telapak kaki. Duduk dalam sholat membantu menghilangkan atau meringankan pengerasan pada lutut, pergelangan kaki, dan menambah fleksibel otot paha dan kedua otot kaki, sserta melenturkan kedua pergelangan lutut dan dua telapak kaki.[6]
       
7.       SALAM

Yaitu gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Dapat menjaga kelenturan pembuluh darah leher, memprcepat aliran getah bening dari leher ke jantung.[7]

8.       THUMA’NINAH
Yaitu berdiam sejenak untuk merasakan istirahat atau bersantai setelah mengalami kontraksi atau peregangan otot dan saraf.



      Oleh sebab itu kita harus melaksanakan shalat karena shalat adalah tiang agama. Shalat tidak hanya bermanfaat bagi hati kita, tapi shalat juga sebagai senam bagi umat islam yang bermanfaat bagi kesehatan kita. Saya harap postingan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kita shalat, kita sehat.!!!!!



[1] Syafeul Rokim, “IBADAH-IBADAH ILAHI DAN MANFAATNYA DALAM PENDIDIKAN JASMANI,” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam 4, no. 07 (2017): 781.
[2] Al-Muqsith Al-Muqsith, “Manfaat Gerakan Shalat,” 2014, hlm. 10.
[3] Deden Suparman, “Pembelajaran ibadah shalat dalam perpektif psikis dan medis,” JURNAL ISTEK 9, no. 2 (2015): hlm. 49.
[4] Al-Muqsith, “Manfaat Gerakan Shalat,” 16.
[5] Al-Muqsith, 21.
[6] Rokim, “IBADAH-IBADAH ILAHI DAN MANFAATNYA DALAM PENDIDIKAN JASMANI,” 782.
[7] Al-Muqsith, “Manfaat Gerakan Shalat.”