Sebagaimana diketahui bahwa shalat adalah
merupakan pokok ajaran agama. Untuk mewajibkan ibadah shalat, Allah SWT
langsung memanggil Rosulullah SAW ke langit melalui peristiwa Isra Mi’raj.
Shalat adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam yang telah
memenuhi syarat (mukallaf). Dan shalat juga sebagai garis demarkasi antara
muslim dan nonmuslim. Hal ini dapat dilihat dari sabda Nabi saw. yang artinya:”
Perbedaan antara orang kafir (nonmuslim) dengan orang Islam adalah shalat”.
Adapun makna shalat adalah:” Suatu perbuatan yang diawali dengan takbirotul
ihrom (takbir pertama yang mengharamkan hal-hal yang halal sebelum dilakukan
takbir) dan diakhiri dengan salam yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku”.
Ada juga
yang mengatakan bahwa shalat itu sebagai media olah raga yang bersifat jasmani
dan rohani. Pendapat ini bisa diterima karena semua gerakan shalat itu
mengandung unsur kesehatan. Dan jika seseorang mengalami gangguan penyakit atau
kondisinya kurang sehat, maka tidak dapat melakukan shalat dengan baik dan
benar. Apabila shalat itu dilakukan dengan baik dan benar sesuai dengan
tuntunan yang telah digariskan, maka akan sangat berpengaruh terhadap kesehatan
secara menyeluruh baik pisik maupun psikis.
Beberapa
pembelajaran shalat yang dikaitkan dengan medis, sebagai berikut:
1.
BERDIRI TEGAK
Kondisi berdiri dalam sholat membantu pengaturan proses pernafasan
melalui berdiri dengan badan tegak. Adapun saat berdiri dengan mengangkat kedua
tangan dapat menguatkan otot-otot tangan, dada, dua pundak, dan menambah
fleksibel sendi-sendinya: sendi punggung, sendi siku, dan sendi telapak tangan.[1]
Yaitu gerakan mengangkat kedua tangan dengan membaca takbir.
a.) Putaran lengan pada bahu, stimulus
regangan/tarikan cabang besar saraf di bahu, fungsi optimal.
b.) Kedua tangan didekapkan di depan perut atau
dada bagian bawah dapat menghindarkan dari berbagai gangguan persendian,
khususnya tubuh bagian atas.[2]
3.
RUKU’
Yaitu sikap membungkuk dengan kedua tangan ditekankan di lutut. Posisi
kepala lurus dengan tulang belakang. Dalam kondisi rukuk dalam sholat, memberi
pengaruh dalam menggerakkan proses dalam perut pada alat pencernaan, dan
menguatkan otot-otot dinding perut.
Gerakan ruku’ dengan posisi yang benar akan memberikan manfaat antara
lain:
1.) Menjaga melekatnya tulang tungging dengan
tulang belakang. Bagi wanita, jika tulang tungging melekat dengan tulang
belakang, maka mengakibatkan persendian kaku dan tulang pinggul menyempit
sehingga sulit melahirkan.
2.) Memperbaiki letak bayi yang kurang baik
bagi ibu yang sedang hamil.
3.) Memperlancar sirkulasi darah dari jantung
ke seluruh tubuh terutama ke otak/kepala sebagai pusat susunan syaraf.
4.) Menghindarkan diri dari berbagai penyakit
tulang belakang.
5.) Menyembuhkan kelainan-kelainan tulang
belakang bagi anak-anak akibat posisi duduk yang kurang baik pada saat belajar.[3]
Yaitu posisi bangun dari ruku’ seraya mengangkat tangan setinggi
telinga. Gerakan I’tidal yang benar akan memberikan manfaat yaitu:
(a.) Pencernaan menjadi lebih lancar.
(b.) Memberikan tekanan pada aliran darah untuk
bergerak ke atas.
5.
SUJUD
Yaitu posisi menungging dengan meletakkan kedua tangan, lutut, ujung
kaki, hidung, dan dahi pada lantai. Sujud juga dapat membantu mengeluarkan
dahak dan lainnya dari virus berbahaya yang berada pada alat pernafasan.
(1.) Badan dari belakang rata ke depan, kedua
telapak tangan ditempelkan pada lantai, dan kaki ditekuk meluruskan tulang
belakang dan meregang otot hingga rongga perut mengecil.
(2.) Aliran getah bening dari tungkai perut dan
dada dipompa ke bagian leher dan ketiak.
(3.) Peregangan otot leher yang kaku karena
stress.
(4.) Melatih tulang belakang dan otot
disekitarnya.
(5.) Posisi jantung berada di atas otak sehingga
darah yang kaya oksigen dapat mengalir maksimal ke otak dan kepala yang dapat
mempengaruhi daya piker dan kecerdasan.[5]
Khusus bagi
wanita, ruku’ dan sujud bermanfaat untuk kesuburan dan kesehatan organ
kewanitaan.
Duduk ada dua macam: duduk iftirosy (tahiyat awal) dan duduk tawarruk
(tahiyat akhir), perbedaanya terletak pada posisi telapak kaki. Duduk dalam
sholat membantu menghilangkan atau meringankan pengerasan pada lutut,
pergelangan kaki, dan menambah fleksibel otot paha dan kedua otot kaki, sserta
melenturkan kedua pergelangan lutut dan dua telapak kaki.[6]
7.
SALAM
Yaitu gerakan memutar kepala ke kanan dan ke kiri secara maksimal. Dapat
menjaga kelenturan pembuluh darah leher, memprcepat aliran getah bening dari
leher ke jantung.[7]
8.
THUMA’NINAH
Yaitu berdiam sejenak untuk merasakan istirahat atau bersantai setelah
mengalami kontraksi atau peregangan otot dan saraf.
Oleh sebab itu kita harus
melaksanakan shalat karena shalat adalah tiang agama. Shalat tidak hanya bermanfaat
bagi hati kita, tapi shalat juga sebagai senam bagi umat islam yang bermanfaat
bagi kesehatan kita. Saya harap postingan ini dapat bermanfaat bagi pembaca. Kita
shalat, kita sehat.!!!!!
[1] Syafeul Rokim, “IBADAH-IBADAH ILAHI DAN
MANFAATNYA DALAM PENDIDIKAN JASMANI,” Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan
Islam 4, no. 07 (2017): 781.
[2] Al-Muqsith Al-Muqsith, “Manfaat Gerakan
Shalat,” 2014, hlm. 10.
[3] Deden Suparman, “Pembelajaran ibadah
shalat dalam perpektif psikis dan medis,” JURNAL ISTEK 9, no. 2 (2015):
hlm. 49.
[4] Al-Muqsith, “Manfaat Gerakan Shalat,” 16.
[5] Al-Muqsith, 21.
[6] Rokim, “IBADAH-IBADAH ILAHI DAN
MANFAATNYA DALAM PENDIDIKAN JASMANI,” 782.
[7] Al-Muqsith, “Manfaat Gerakan Shalat.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar